keep breastfeeding during pregnancy? Is it fine?


Sejak saya hamil jihan saya memang sudah bertekad untuk ngasih jihan ASI. Jadi bacaan dan info-info yang saya kumpulin juga bergeser jadi tentang pregnancy atau breastfeeding. ternyata kalau sekedar baca tanpa praktek saya sih selalu berfikir kalau breastfeeding is so easy..wow, ternyata semua terbantah saat jihan lahir, dan saya keteteran untuk ngasih ASI ke jihan.Tapi syukurnya sampai sekarang jihan masih saya kasih ASI, jihan sudah 2Y2M, dan saya belum tega untuk nyapihnya😦 .

Pertanyaan di otak saya mulai bergeser gimana kalau saya hamil nanti (saya punya rencana untuk nambah momongan kalau dikasih yang DiAtas) apa masih bisa menyusui jihan. saya mulai cari-cari info. tanya sana sini, browsing, belom puas juga, akhirnya cari info di RSIA yang deket bgt sama rumah saya.

Ternyata ga ada masalah kok kalau kita mau keukueh menyusui walaupun kita sedang hamil asalkan sang ibu hamil cukup makan dan minum. Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatiin. Kalau di kehamilan pertama kita ada riwayat  seperti riwayat melahirkan kurang bulan, riwayat keguguran dan pendaharan , lebih baik ga dilakukan breastfeeding during pregnancy.Di kondisi seperti ini menyusui sebaiknya di hindari, karena saat bayi menghisap puting maka akan keluar hormon oksitosin yang fungsinya untuk merangsang kelenjar susu agar mengeluarkan ASI. Hormon ini juga merangsang kontraksi rahim. sehingga dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran atau pendarahan. Tapi kalau ga ada riwayat-riwayat tersebut di kehamilan pertama.

Tetapi ada juga pendapat   para ahli mengatakan bahwa kandungan (rahim) tidak responsif terhadap hormon oksitosin ini sampai kehamilan 24 minggu. Dengan rahim yang sehat, maka oksitosin tidak cukup berfungsi menyebabkan kontraksi, kecuali kehamilan sudah usia maksimal dan leher rahim ada gangguan. Kemudian pada wanita yang sedang menyusui kemudian hamil maka hormon progesteron akan meningkat, sehingga menyebabkan produksi ASI akan berkurang.
Jadi secara umum ibu yang menyusui saat hamil, insya ALLAH tidak menghadapi permasalahan serius, jika memang kondisi badan dan kehamilannya sehat (tidak ada riwayat prematur, perdarahan dll). Tapi jika kemudian terjadi kontraksi yang cukup kuat, atau ada perdarahan, maka sebaiknya menyusui segera dihentikan saja. Agar janin di dalam kandungan tetap sehat dan kebutuhan gizinya tercukupi, maka ibu harus memperhatikan asupan makananya yaitu dengan makan yang bergizi dan cukup banyak. Janin didalam kandungan akan tetap sehat jika ibunya sehat. Sedangkan untuk anak yang menyusui sebaiknya diberi makanan tambahan karena biasanya asi jumlahnya sedikit, sehingga tidak mencukupi kebutuhan gizinya.

Saat proses kehamilan berlanjut maka ASI akan berubah bentuknya kembali menjadi kolustrum, yaitu saat usia kehamilan 4-5 bulan. Akibat perubahan ini maka bayi yang sedang menyusui akan merasakan adanya perubahan ini. Disamping itu juga jumlahnya menurun. Maka bayi sering dengan sendirinya akan berhenti nga-ASI. Namun tidak jarang ada juga bayi yang masih mau terus lanjut. Tidak perlu dihentikan dan tidak usah khawatir untuk melanjutkannya. Tetapi tentu saja tidak bisa hanya mengandalkan kolustrum untuk bayi yang sudah besar, dibutuhkan SUFOR agar bayi tidak kurang gizi.

HAPPY BREASTFEEDING !!

gambar dipinjam dari sini

::eLLySTia::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: